Welcome to Chily Blog!

Chily is poem girl!

aKu sUka bAnget sama “kAta-kaTa”…aKu suKa berMain denGan meReka dan mErangkaI meReka meNjadi tErLihat LebiH indaH…aKu tAhu aKu taK seHebaT itU dAlaM meNuLis,taPi aKu meNikmati saAT aku muLai menyusuN tiAp kata jAdi lebIh beRmakna daLam duNiaKu

Kamu benar, aku bukan penulis, wajar saja jika tulisan-tulisanku makna nya tidak sampai pada kamu, pada kalian. Aku akui aku bukan penulis yang baik, gaya bahasaku kacau, makna tulisanku kabur dari yang sebenarnya. Tulisan yang aku buat belakangan ini benar-benar berbeda dengan gaya penulisanku satu tahun yang lalu, jauh berbeda. Sungguh aku benci dengan keadaanku, semua seperti hal baru bagiku, aku bahkan membenci hasil tulisanku sendiri.

Aku bukan penulis, karena aku tidak pernah bermimpi untuk jadi penulis, aku hanyalah penyuka puisi, aku mencintai kata-kata yang teruntai manis dimata serta terdengar merdu ditelinga. Aku bukan penulis, aku hanya memadu padankan kata sesuka hatiku, kata-kata bagaikan nafas yang kuhela setiap hari. Aku bukan penulis, aku hanya pengolah kata menjadi kalimat bermakna, menjadi paragraf berharga.

Sejak kecil aku menyukai lantunan syair, dengan gaya bahasa yang tak langsung menguak makna, aku suka gaya bahasa penuh teka-teki, aku suka kalimat-kalimat perumpamaan, karena disana lah keindahan itu diletakkan. Aku mulai membuat syairku sendiri, karena bagiku syair adalah kebutuhanku kala itu, aku tak peduli apakah kelak pembacaku mengerti maksud dari syair yang aku lahirkan. Yang aku tahu aku puas melahirkan kata demi kata yang ku untai menjadi kalimat syahdu dihatiku, lewat itulah aku mengungkap semua yang terpendam dalam rahasiaku.

Namun kini aku membenci tulisanku, tak lagi terdengar merdu ditelingaku saat membacanya, ini gaya bahasa yang aneh, ini seperti bukan tulisanku. Apa aku telah kehilangan jiwaku yang lalu? Tak masalah bila kalian mencela hasil tulisanku, karena aku sendiri saat ini membencinya. Aku rindu syairku yang dulu. Aku kehilangan inspirasi, tulisanku kehilangan nyawanya, yang mampu kuhasilkan hanyalah seonggok kertas hambar, tanpa rasa, tak hidup. Sungguh aku membencinya.

Aku bukan penulis, maka jangan samakan tulisanku dengan tulisan-tulisan orang lainnya yang kau kenal, karena aku memang tak pernah ingin sama dengan mereka. Aku bukan penulis, aku tak lagi bisa berkarya seperti dulu, hatiku mungkin telah mati rasa, sehingga sulit sekali mencari kata per kata yang tepat untuk membuat tulisanku bernyawa kembali.

Adakah yang bisa mengembalikan jiwaku seperti dulu? saat aku masih memiliki banyak kepekaan terhadap semua hal yang terlintas dibenakku.

Aku bukan penulis, karena aku tak lagi peka dengan rasa…

pgirl’ 01 des 2011

Leave your comment

Berawal dari sebuah lagu yang berulang kali ku putar, lagu milik Ronan Keating yang berjudul If Tomorrow Never Comes , aku resapi tiap kata yang ada dalam lirik lagu tersebut :

Sometimes late at night
I lie awake and watch her sleeping
She’s lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

‘Cause I’ve lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there’s no second chance to tell her how I feel

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

So tell that someone that you love
Just what you’re thinking of
If tomorrow never comes

Dan membuat aku merenung, jika hari esok tidak pernah datang padaku, jika hari ini adalah hari terakhirku di dunia, apakah aku sudah cukup berusaha memberikan cinta selama aku hidup? Apakah aku sudah melakukan berbagai cara untuk mengungkapkan rasa cinta yang ada?

Jika hari esok tidak ada lagi kesempatan untuk aku bersama orang-orang yang aku cintai, jika hari esok aku tidak pernah lagi terbangun dari tidur panjangku, apa aku siap meninggalkan mereka?

Jika hari esok tidak pernah datang padaku. Ingin sekali aku melakukan yang terbaik hari ini, berusaha membahagiakan mereka yang mencintaiku, karena aku tahu, jika hari esok tidak pernah datang untuk aku maka hari ini adalah kesempatan terakhirku…

Jangan sia-siakan waktumu, ungkapkanlah cinta yang kau punya kepada mereka yang kau cintai sebaik-baiknya, karena jika waktumu habis dan hari esok tidak pernah datang kepadamu, disana kau akan menyadari bahwa kesempatanmu telah berlalu, dan tak akan ada kesempatan lagi

pgirl' 30 nov 2011

Leave your comment

Page 6 of 37« First...234567891011...Last »