Semalam seorang sahabat mengirim pesan singkat padaku
Kak, buka twitter deh, liat TL @AreaDewasa , topiknya menarik kak…
Namun karena aku terlalu lelah semalam, aku memutuskan untuk membukanya pagi ini. Aku membuka akun twitter yang dimaksud, dan mencoba mencari topik yang dimaksud semalam, ternyata tentang Abusive Relationship … Hmmm pembahasan yang menarik.
Abusive Relationship memiliki arti Hubungan yang menyiksa. Berikut sedikit penjabaran mengenai Abusive Relationship. Abusive relationships adalah bentuk hubungan yang sering diwarnai kecemburuan, tidak ada kehangatan emosional, kurangnya kualitas hubungan yang erat, pelecehan seksual, ketidaksetiaan, penyiksaan secara verbal, ancaman, dusta, pengingkaran janji, serta permainan kekuasaan (dari berbagai sumber).
Menurut para ahli dan psikolog, penyiksaan tersebut tidaklah selalu berbentuk fisik, namun bisa secara emosional. Sering orang tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan atau pun menjadi korban penyiksaan secara verbal ini karena menurut mereka hal itu biasa terjadi, normal atau karena “sudah wataknya” atau “sudah adatnya” atau pun mengingat latar belakang suku tertentu pasangan. Padahal, semakin seseorang itu tidak sadar, maka akan semakin sulit pulihnya kembali karena penyiksaan emosional (yang dilakukan secara verbal) yang berlangsung lama dan intensif akan menimbulkan persoalan kritis menyangkut self-esteem, rasa percaya diri dan sense of identity-nya. Lama kelamaan kekuatan psikisnya melemah sampai akhirnya dirinya yang jadi korban sudah hilang keberanian untuk keluar dari situasi tersebut. Makin lama ia akan semakin tergantung pada pihak yang dominan meski membuatnya menderita. Tapi ia merasa tidak punya pilihan lain dalam hidup. Apalagi, jika sang korban sejak awal memang mempunyai locus of control yang lemah, maka jika dihadapkan pada persoalan ini, ia hanya menyerah pada “nasib”. Malah sang korban bisa timbul pemikiran bahwa seburuk apapun perkawinan atau pun pasangannya, paling tidak ia bisa mendapatkan tempat tinggal, serta dipenuhi kebutuhan sandang pangannya, karena dia berpikir di luar sana belum tentu ia mendapatkan hal-hal yang ia butuhkan selama ini. Alhasil, pihak yang mendominasi akan semakin menjadi-jadi sikap dan perilakunya, karena melihat pasangannya semakin tidak berdaya, lemah dan mudah dihancurkan. Bagaikan melihat musuh yang sudah kalah, maka agresivitasnya makin menjadi.
Hal yang membuat sang korban bingung untuk memutuskan atau menyelesaikan persoalan ini adalah karena sikap pasangannya yang membingungkan. Kadang pasangannya bisa sangat manis, perhatian, murah hati, memperlihatkan sikap yang tidak ingin ditinggal karena sangat membutuhkan kehadiran istri/suami (pihak korban), mereka berjanji untuk bersikap baik dan tidak lagi marah-marah, membelikan barang kesukaan pasangan yang mahal-mahal. Namun di lain waktu kebiasaan buruk itu akan kembali berulang. Bahkan bisa semakin menjadi jika ia mulai mencium adanya ancaman atau kemungkinan pasangannya akan meninggalkan dia atau melakukan tindakan yang menentangnya.
Sumber : Dunia Esai
Aku tidak ingin berpanjang lebar menjelaskannya, karena aku bukanlah ahli dibidang ini, tulisan diatas adalah sedikit penjelasan mengenai Abusive Relationship agar kalian mempunyai bayangan tentang tulisanku kali ini. Berikut TL yang aku kutip dari twit @AreaDewasa tentang tanda-tanda seorang wanita telah mengalami Abusive Relationship :
- Meski sadar terjebak dalam hub asmara yang menyengsarakan, Anda tak mampu memutuskan hub dg si dia karena takut akan konsekuensinya.
- Bagaikan anak balita, Anda wajib melapor kepada kekasih tentang segala aktivitas Anda seharian, makan di mana, bersama siapa dll
- Anda takut membahas suatu masalah tertentu, misalnya tentang cita-cita karier Anda atau tentang kebiasaan buruk sahabat kekasih dll
- Dia selalu menentukan Anda berdua akan pergi kencan ke mana, makan apa, dan akan melakukan apa saja.
- Anda tak berani mengatakan hal yang berlawanan dengannya karena tak mau memicu amarahnya.
- Anda berusaha meyakinkan diri sendiri kalau Anda berusaha lebih keras dan mencintai dia lebih dalam, kondisi hub kalian akan membaik.
- Anda sering menangis tanpa sebab, merasa depresi, dan tidak bahagia meski sedang berada di tengah pesta
- Karena merasa Anda adlh pihak yg bersalah, Anda selalu merasa khawatir dan terobsesi mencari cara untuk membuat pasangan Anda bahagia.
- Dalam hal apa pun, Anda tak mampu membuat keputusan secara cepat, dan selalu harus minta pertimbangan darinya.
- Apa pun yang Anda lakukan, dera siksaan secara fisik, verbal, maupun emosional darinya semakin lama kian memburuk.
- Anda seringkali berada pada posisi harus memilih antara dia dan sahabat, saudara, atau pekerjaan Anda
- Secara perlahan, Anda akan dipisahkan olehnya dari keluarga dan teman-teman karena Anda harus mendahulukan dirinya.
- Anda sering merasa diremehkan? Atau mendapat nama panggilan yang berkesan merendahkan ketika sedang berduaan? Tak ragu lg, itu gejalanya
- Anda srg merasa dipermalukan olehnya di hadapan orang lain. Atau mungkin dia membicarakan Anda, seolah Anda tdk sdg berada di dekatnya.
- Sebagai kekasih, Anda wajib mengurusi berbagai hal, mulai mengatur jadwal kerjanya, mencuci pakaiannya, membereskan apartemen miliknya.
- Stlh bertindak kasar, ia bertingkah manis utk memenangkan hati Anda kembali. Namun, Anda merasa tak lg memiliki kedekatan batin dgnya.
- Dia membuat peraturan mutlak tentang bagaimana cara Anda seharusnya mengelola keuangan. Mau belanja apa pun mesti lapor kepadanya.
- Meski Anda adalah pihak yang dirugikan, dia selalu berhasil membuat Anda merasa bersalah karena telah mengabaikannya.
- Pd saat tertentu, ia mengurangi frekuensi kekerasannya pd Anda, berpura2 itu tidak pernah terjadi, dan Anda hanya mengarang cerita saja.
- Anda merasa terintimidasi dan benar2 ketakutan ketika kekasih melampiaskan amarahnya pd benda mati atau mengancam Anda secara verbal.
- Masalah sekecil apa pun, seperti keliru membelikan minuman pesanannya, bisa membuat Anda panik luar biasa.
- Dalam hubungan ini, Anda merasa posisi Anda dan dia selalu timpang atau tidak sederajat. Tentunya, Anda berada pada posisi lebih rendah.
- Orang2terdekat Anda merasa kalau Anda sangat berubah Sikap dan Kepribadian.
- Berada dalam tekanan selama berbulan-bulan pasti sedikit banyak akan memengaruhi perangai dan kepribadian Anda
Adakah tanda-tanda tersebut terlihat dalam hubungan asmara kalian? Kekerasan tidak selalu tentang kekerasan fisik, namun bisa melalui kekerasan verbal. Namun tahukah kalian kekerasan verbal ini bahayanya sama dengan kekerasan fisik, malah bisa lebih bahaya bagi sang korban jika terkena terus menerus. Karena kekerasan emosional itu tidak kasat mata lukanya, maka akan lebih sulit untuk disembuhkan.
Menurut sumber yang aku baca, seorang Abuser (pelaku) maupun korban, tidak ada yang bisa langsung disalahkan ketika Abusive Relationship itu terjadi, karena semua ini intinya adalah dilandasi oleh masalah psikologis, bisa saja pelaku melakukan kekerasan terhadap pasangannya tanpa sadar. Menjadi seorang Abuser dan korban bukanlah keinginan mereka sendiri.
Jika tanda-tanda ini mulai terlihat dalam hubungan kalian, lebih baik jangan saling menyalahkan, tidak lantas menghakimi si Abuser, karena belum tentu semua yang dia lakukan adalah keinginan dia sendiri. Bicarakan dan cari solusi yang tepat, agar Abuser dan korban tidak selalu terjebak dalam Abusive Relationship. Tidak ada ruginya juga jika dibantu oleh psikolog yang lebih ahli mengenai ini jika tingkat Abusive Relationship yang terjadi sudah sangat parah. Inti dari penanganan atas masalah ini adalah dibutuhkannya kerja sama dari sepasang kekasih dan keinginan untuk menjalin hubungan yang sejati dengan didasari cinta.
Walau bagaimanapun, kekerasan bukanlah cara yang baik untuk memperlakukan seorang wanita yang dicintai, dan aku yakin, kalian yang mungkin pernah melakukannya, dalam hati kecil kalian menyesal atas apa yang pernah terjadi.
Semoga tulisan ini menginspirasi bagi kita semua… ![]()
Wanita tidak cukup hanya dicintai namun juga harus dimengerti bagaimana dia bisa merasa nyaman bersama lelaki yang disayanginya.
pgirl' 09 dec 2011




