Welcome to Chily Blog!

Chily is poem girl!

aKu sUka bAnget sama “kAta-kaTa”…aKu suKa berMain denGan meReka dan mErangkaI meReka meNjadi tErLihat LebiH indaH…aKu tAhu aKu taK seHebaT itU dAlaM meNuLis,taPi aKu meNikmati saAT aku muLai menyusuN tiAp kata jAdi lebIh beRmakna daLam duNiaKu

Semalam seorang sahabat mengirim pesan singkat padaku

Kak, buka twitter deh, liat TL @AreaDewasa , topiknya menarik kak…

Namun karena aku terlalu lelah semalam, aku memutuskan untuk membukanya pagi ini. Aku membuka akun twitter yang dimaksud, dan mencoba mencari topik yang dimaksud semalam, ternyata tentang Abusive Relationship … Hmmm pembahasan yang menarik.

Abusive Relationship memiliki arti Hubungan yang menyiksa. Berikut sedikit penjabaran mengenai Abusive Relationship. Abusive relationships adalah bentuk hubungan yang sering diwarnai kecemburuan, tidak ada kehangatan emosional, kurangnya kualitas hubungan yang erat, pelecehan seksual, ketidaksetiaan, penyiksaan secara verbal, ancaman, dusta, pengingkaran janji, serta permainan kekuasaan (dari berbagai sumber).

Menurut para ahli dan psikolog, penyiksaan tersebut tidaklah selalu berbentuk fisik, namun bisa secara emosional. Sering orang tidak menyadari bahwa dirinya telah melakukan atau pun menjadi korban penyiksaan secara verbal ini karena menurut mereka hal itu biasa terjadi, normal atau karena “sudah wataknya” atau “sudah adatnya” atau pun mengingat latar belakang suku tertentu pasangan. Padahal, semakin seseorang itu tidak sadar, maka akan semakin sulit pulihnya kembali karena penyiksaan emosional (yang dilakukan secara verbal) yang berlangsung lama dan intensif akan menimbulkan persoalan kritis menyangkut self-esteem, rasa percaya diri dan sense of identity-nya. Lama kelamaan kekuatan psikisnya melemah sampai akhirnya dirinya yang jadi korban sudah hilang keberanian untuk keluar dari situasi tersebut. Makin lama ia akan semakin tergantung pada pihak yang dominan meski membuatnya menderita. Tapi ia merasa tidak punya pilihan lain dalam hidup. Apalagi, jika sang korban sejak awal memang mempunyai locus of control yang lemah, maka jika dihadapkan pada persoalan ini, ia hanya menyerah pada “nasib”. Malah sang korban bisa timbul pemikiran bahwa seburuk apapun perkawinan atau pun pasangannya, paling tidak ia bisa mendapatkan tempat tinggal, serta dipenuhi kebutuhan sandang pangannya, karena dia berpikir di luar sana belum tentu ia mendapatkan hal-hal yang ia butuhkan selama ini. Alhasil, pihak yang mendominasi akan semakin menjadi-jadi sikap dan perilakunya, karena melihat pasangannya semakin tidak berdaya, lemah dan mudah dihancurkan. Bagaikan melihat musuh yang sudah kalah, maka agresivitasnya makin menjadi.

Hal yang membuat sang korban bingung untuk memutuskan atau menyelesaikan persoalan ini adalah karena sikap pasangannya yang membingungkan. Kadang pasangannya bisa sangat manis, perhatian, murah hati, memperlihatkan sikap yang tidak ingin ditinggal karena sangat membutuhkan kehadiran istri/suami (pihak korban), mereka berjanji untuk bersikap baik dan tidak lagi marah-marah, membelikan barang kesukaan pasangan yang mahal-mahal. Namun di lain waktu kebiasaan buruk itu akan kembali berulang. Bahkan bisa semakin menjadi jika ia mulai mencium adanya ancaman atau kemungkinan pasangannya akan meninggalkan dia atau melakukan tindakan yang menentangnya.

Sumber : Dunia Esai

Aku tidak ingin berpanjang lebar menjelaskannya, karena aku bukanlah ahli dibidang ini, tulisan diatas adalah sedikit penjelasan mengenai Abusive Relationship agar kalian mempunyai bayangan tentang tulisanku kali ini. Berikut TL yang aku kutip dari twit @AreaDewasa tentang tanda-tanda seorang wanita telah mengalami Abusive Relationship :

  1. Meski sadar terjebak dalam hub asmara yang menyengsarakan, Anda tak mampu memutuskan hub dg si dia karena takut akan konsekuensinya.
  2. Bagaikan anak balita, Anda wajib melapor kepada kekasih tentang segala aktivitas Anda seharian, makan di mana, bersama siapa dll
  3. Anda takut membahas suatu masalah tertentu, misalnya tentang cita-cita karier Anda atau tentang kebiasaan buruk sahabat kekasih dll
  4. Dia selalu menentukan Anda berdua akan pergi kencan ke mana, makan apa, dan akan melakukan apa saja.
  5. Anda tak berani mengatakan hal yang berlawanan dengannya karena tak mau memicu amarahnya.
  6. Anda berusaha meyakinkan diri sendiri kalau Anda berusaha lebih keras dan mencintai dia lebih dalam, kondisi hub kalian akan membaik.
  7. Anda sering menangis tanpa sebab, merasa depresi, dan tidak bahagia meski sedang berada di tengah pesta
  8. Karena merasa Anda adlh pihak yg bersalah, Anda selalu merasa khawatir dan terobsesi mencari cara untuk membuat pasangan Anda bahagia.
  9. Dalam hal apa pun, Anda tak mampu membuat keputusan secara cepat, dan selalu harus minta pertimbangan darinya.
  10. Apa pun yang Anda lakukan, dera siksaan secara fisik, verbal, maupun emosional darinya semakin lama kian memburuk.
  11. Anda seringkali berada pada posisi harus memilih antara dia dan sahabat, saudara, atau pekerjaan Anda
  12. Secara perlahan, Anda akan dipisahkan olehnya dari keluarga dan teman-teman karena Anda harus mendahulukan dirinya.
  13. Anda sering merasa diremehkan? Atau mendapat nama panggilan yang berkesan merendahkan ketika sedang berduaan? Tak ragu lg, itu gejalanya
  14. Anda srg merasa dipermalukan olehnya di hadapan orang lain. Atau mungkin dia membicarakan Anda, seolah Anda tdk sdg berada di dekatnya.
  15. Sebagai kekasih, Anda wajib mengurusi berbagai hal, mulai mengatur jadwal kerjanya, mencuci pakaiannya, membereskan apartemen miliknya.
  16. Stlh bertindak kasar, ia bertingkah manis utk memenangkan hati Anda kembali. Namun, Anda merasa tak lg memiliki kedekatan batin dgnya.
  17. Dia membuat peraturan mutlak tentang bagaimana cara Anda seharusnya mengelola keuangan. Mau belanja apa pun mesti lapor kepadanya.
  18. Meski Anda adalah pihak yang dirugikan, dia selalu berhasil membuat Anda merasa bersalah karena telah mengabaikannya.
  19. Pd saat tertentu, ia mengurangi frekuensi kekerasannya pd Anda, berpura2 itu tidak pernah terjadi, dan Anda hanya mengarang cerita saja.
  20. Anda merasa terintimidasi dan benar2 ketakutan ketika kekasih melampiaskan amarahnya pd benda mati atau mengancam Anda secara verbal.
  21. Masalah sekecil apa pun, seperti keliru membelikan minuman pesanannya, bisa membuat Anda panik luar biasa.
  22. Dalam hubungan ini, Anda merasa posisi Anda dan dia selalu timpang atau tidak sederajat. Tentunya, Anda berada pada posisi lebih rendah.
  23. Orang2terdekat Anda merasa kalau Anda sangat berubah Sikap dan Kepribadian.
  24. Berada dalam tekanan selama berbulan-bulan pasti sedikit banyak akan memengaruhi perangai dan kepribadian Anda

Adakah tanda-tanda tersebut terlihat dalam hubungan asmara kalian? Kekerasan tidak selalu tentang kekerasan fisik, namun bisa melalui kekerasan verbal. Namun tahukah kalian kekerasan verbal ini bahayanya sama dengan kekerasan fisik, malah bisa lebih bahaya bagi sang korban jika terkena terus menerus. Karena kekerasan emosional itu tidak kasat mata lukanya, maka akan lebih sulit untuk disembuhkan.

Menurut sumber yang aku baca, seorang Abuser (pelaku) maupun korban, tidak ada yang bisa langsung disalahkan ketika Abusive Relationship itu terjadi, karena semua ini intinya adalah dilandasi oleh masalah psikologis, bisa saja pelaku melakukan kekerasan terhadap pasangannya tanpa sadar. Menjadi seorang Abuser dan korban bukanlah keinginan mereka sendiri.

Jika tanda-tanda ini mulai terlihat dalam hubungan kalian, lebih baik jangan saling menyalahkan, tidak lantas menghakimi si Abuser, karena belum tentu semua yang dia lakukan adalah keinginan dia sendiri. Bicarakan dan cari solusi yang tepat, agar Abuser dan korban tidak selalu terjebak dalam Abusive Relationship. Tidak ada ruginya juga jika dibantu oleh psikolog yang lebih ahli mengenai ini jika tingkat Abusive Relationship yang terjadi sudah sangat parah. Inti dari penanganan atas masalah ini adalah dibutuhkannya kerja sama dari sepasang kekasih dan keinginan untuk menjalin hubungan yang sejati dengan didasari cinta.

Walau bagaimanapun, kekerasan bukanlah cara yang baik untuk memperlakukan seorang wanita yang dicintai, dan aku yakin, kalian yang mungkin pernah melakukannya, dalam hati kecil kalian menyesal atas apa yang pernah terjadi.

Semoga tulisan ini menginspirasi bagi kita semua… :beer:

Wanita tidak cukup hanya dicintai namun juga harus dimengerti bagaimana dia bisa merasa nyaman bersama lelaki yang disayanginya.

pgirl' 09 dec 2011

Leave your comment

Pagi ini aku terbangun lebih awal dari biasanya, mungkin karena semalam aku tidur cepat, aku biasanya memeriksa handphone untuk memastikan apa ada missed call ataupun sekedar pesan yang masuk selama aku tidur. Tidak ada sesuatu yang spesial, namun ada sebuah tulisan yang mencuri perhatianku. Sebuah kisah inspiratif yang di share oleh temanku disebuah grup, entah cerita ini dia dapat dari mana.

Kisah Mertua dan Menantu : Racun itu sebenarnya ada di hatimu

Alkisah seorang menantu bernama Lili, dia merasa tidak pernah cocok dengan mertuanya dalam segala hal. Setiap hari ada saja konflik yang membuat mereka bertengkar. Pada akhirnya Lili sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Ibu mertua nya yang terkadang semena-mena terhadapnya. Lili memutuskan untuk menemui teman baik ayahnya, Mr.Huang yang juga seorang penjual obat.

Lili meminta Mr.Huang memberikan racun untuk meracuni mertuanya tersebut. Mr.Huang menyetujui keinginan Lili, namun ada beberapa syarat yang diajukan sebelum racun tersebut diberikan kepada Lili.

Lili menyanggupi apapun syarat yang diminta Mr.Huang asalkan dia bisa segera meracuni mertuanya tersebut, karena Lili memang sudah tidak tahan lagi atas semua sikap mertuanya.

Mr.Huang pun memberikan sebotol racun kepada Lili dan berkata :

Kamu tidak boleh menggunakan racun yang bereaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu itu karena nanti kamu bisa dicurigai. Racun ini secara perlahan akan menggerogoti tubuh ibu mertuamu.

Setiap hari masaklah makanan kesukaan mertuamu dan campurkan sedikit racun ini di makanannya. Layanilah dia dengan baik, dengarkan saja apa yang dia katakan kepadamu. Jangan pernah berdebat dengannya. Perlakukanlah dia seperti seorang ratu, agar kamu tidak dicurigai saat ia meninggal kelak.

Lili sangat senang, setiap hari Lili membuat makanan kesukaan mertuanya, tak lupa dia membubuhkan sedikit racun didalamnya.

Setelah 6 bulan, seluruh suasana rumah berubah. Lilitelah banyak belajar untuk lebih mengendalikan emosinya. Dia tidak pernah berdebat sekalipun dengan ibu mertuanya lagi, malah yang sekarang terlihat jauh lebih baik dan ibu mertuanya pun lebih mudah diajak bicara. Sikap mertuanya juga berubah, mertuanya mulai menyayangi Lili seperti anaknya sendiri. Dia memberitahu ke semua orang bahwa Lili adalah menantu terbaik.

Lili sangat terharu, ia mengurungkan niatnya untuk membunuh mertuanya. Ia mencari Mr.Huang agar bisa memberikan obat penawar dari racun yang pernah dia berikan.

Mr. Huang hanya tersenyum dan berkata :

Lili, tidak usah khawatir, yang saya berikan dulu adalah vitamin, bukan racun. Racun yang sebenarnya adalah ada didalam pikiranmu. Tapi kini racun itu sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan pada ibu mertuamu.

Lili sangat bahagia sekali, akhirnya ia menyadari

Barang siapa yang memperlakukan orang lain dengan sepenuh hati, maka ia akan memperoleh perlakuan yang sama, bahkan lebih baik, kelak.

——————————————————————————————————

Cerita tersebut bagiku sangat menginspirasi, terkadang saat kita merasa orang lain memperlakukan kita dengan tidak adil, atau memperlakukan kita dengan buruk, emosi kemarahan menjadi racun yang bersarang dalam pikiran kita, mengendalikan kita untuk berlaku jahat juga kepada mereka. Namun jika kita membalas perlakuan buruk itu dengan kasih yang tulus, maka hasilnya akan jauh lebih baik dikemudian hari. Emosi kadang sulit untuk dikendalikan, maka kendalikanlah “akibat” dari emosi yang kita hasilkan dengan “kedewasaan” yang kita miliki.

Aku pernah mencoba untuk membalas perlakuan tidak menyenangkan dengan ketulusan, namun aku merasa yang aku lakukan sia-sia. Kini aku menyadari tidak ada yang sia-sia.

Menanam sebuah ketulusan, seperti kita sedang menanam pohon untuk dinikmati buahnya kelak, buah dari ketulusan selalu manis, sangat manis bahkan. Namun jika kita memetiknya terlalu cepat, maka rasanya adalah pahit, asam, keras bahkan sangat tidak enak. Bukankah buah juga butuh waktu untuk matang sebelum dipetik?

:angel

Ketulusan akan selalu ada hasilnya, hanya saja Tuhan butuh waktu untuk memperlihatkannya kepadamu. Ketidaksabaran itulah racun yang kadang memudarkan ketulusan yang awalnya kita miliki, ketidaksabaran adalah cobaan tersembunyi yang Tuhan berikan untuk menguji tingkat ketulusan itu sendiri.

pgirl' 08 Dec 2011

Leave your comment

Page 5 of 3712345678910...Last »