Kisah ini tentang Aku dan Kamu

Aku dan Kamu sedang berjalan bersama, mereka begitu menikmati keindahan yang disuguhkan disepanjang perjalanan…awalnya hening karena mereka sama-sama kagum atas perjalanan yang baru saja dimulai, tiba-tiba Aku berkata kepada Kamu :
Jika Aku jadi pensil, yang mungkin saja membuat kesalahan pada saat Aku melakukan perjalanan hidupku, apa Kamu mau menjadi penghapus bagi kesalahan Aku? apa Kamu tidak keberatan jika setiap Aku berbuat kesalahan Kamu akan menggunakan dirimu untuk menghapus kesalahanku dan itu akan menyebabkan Kamu kehilangan bagian dari dirimu. Apa Kamu tetap mau menjadi penghapus bagi Aku?

Kamu hanya tersenyum pada Aku, menyiratkan tanda tanya dalam diri Aku. Lalu kembali hening. Dalam perjalanan mereka singgah disebuah pantai yang indah, Hei Kamu, kemarilah, ada yang ingin Aku tunjukkan kepadamu. Aku menulis sebuah kata diatas pasir, kata itu adalah “Kesalahan” ada yang kecil, sedang dan cukup besar seraya berkata :
Suatu hari nanti, saat Aku berbuat salah kepada Kamu, lakukanlah seperti ini, tulis kesalahan Aku dari yang kecil hingga yang besar, tulislah diatas pasir, dan jika tulisan itu hilang tersapu ombak, maka berikanlah Maafmu kepada Aku. Lalu Aku dan Kamu bisa kembali seperti semula. Karena Aku yakin hatimu lebih luas dari pasir yang ada diseluruh dunia. Maka seberapapun kesalahan yang Aku buat nantinya, akan selalu ada maaf dari Kamu

Kamu lagi-lagi tak menjawab, hanya tersenyum kembali sembari menepuk-nepuk bahuku sebagai isyarat untuk melanjutkan perjalanan kembali. Perjalanan ini rasanya semakin berat saja, ternyata mereka sampai di daerah pegunungan, berbukit-bukit yang mengharuskan Aku dan Kamu mendaki untuk melewatinya. Aku berhenti sejenak, lalu berkata kepada Kamu :
Hmmmm Nanti kalau Aku capek ditengah perjalanan, Kamu tungguin Aku ya
Kasi aja Aku waktu barang sebentar untuk berhenti sejenak, Aku pasti akan berdiri lagi !! berjalan disebelah Kamu, menemani Kamu melanjutkan perjalanan ini.

Lagi-lagi hanya senyum yang Kamu berikan kepada Aku, walau tidak ada jawaban tapi senyum itu membuat Aku bersemangat untuk melanjutkan perjalanan sekalipun jalanan itu cukup sulit untuk Aku daki. Akhirnya mereka sampai di sebuah area hutan yang rimbun akan pepohonan, semua sudut terlihat sama, sepertinya akan sulit membedakan jalan yang satu dengan yang lain. Hei Kamu, tunggu, ada yang ingin Aku sampaikan!. Kamu berhenti saat itu juga dan menoleh ke arah Aku.
Jalan ini sungguh membingungkanku, Aku kehilangan arah
Aku takut tidak bisa memilih jalan yang benar. Kalau nanti Aku tersesat, Aku mohon Kamu tuntun Aku ya, terus ingetin Aku juga jalan untuk Aku pulang kembali ke arah Kamu.
Kamu hening sejenak, diam dan terlihat sedikit berfikir. Kamu memegangi Aku lalu mereka melanjutkan perjalanan kembali menyusuri hutan, hingga sampailah pada sebuah kota asing, dimana banyak orang berlalu lalang yang tanpa tegur sapa, sibuk dengan urusan masing-masing, seolah mereka berasal dari planet yang berbeda, tak saling mengenal. Aku tertegun melihat keadaan itu, lalu mencolek Kamu dan berbisik :
Nanti kalau Kamu mulai ga kenal Aku, kalau Kamu lupa sama Aku, kalau Kamu merasa asing melihat Aku, tolong jangan pergi dari hadapan Aku ya [-O< diamlah dulu sejenak disini, bersama Aku, karena Aku akan menceritakan banyak hal yang bakal ngingetin Kamu tentang Kita.

Kamu kembali tersenyum kepada Aku, dan langsung mengajak Aku menyusuri tiap sudut kota asing itu. Aku kagum dengan keadaan disana, kota yang tertata rapi, jalanannya bersekat dua, menandakan keteraturan dalam lalu lintas. Aku kembali berhenti dan lagi-lagi memanggil Kamu yang sedang berjalan didepan Aku. Hei sebentar, Kamu lihat jalanan didepan sana, bersekat-sekat memisahkan sisi yang satu dengan yang lain. Aku cuma mau bilang sama Kamu ;
Jika suatu saat nanti kamu melihat Aku mulai menjauh dari jalan Kamu, sebenarnya Aku ga pergi dari Kamu, Aku hanya berjalan memutar untuk melihat dan memperhatikan Kamu dari sisi yang lain.

Kali ini Kamu bukan hanya tersenyum kepada Aku, tapi memeluk Aku dengan erat sambil berbisik…jangan takut ya, sebenarnya Kamu akan melakukan hal yang sama untuk Aku…apapun yang terjadi Aku dan Kamu akan tetap ada..dihati Kita masing-masing..

Bagi Aku sempurna itu sederhana, Aku ingin ketika Aku merasa sendirian ada Kamu yang menemani Aku, Aku ingin ketika Aku mulai menitikkan air mata, ada Kamu yang menyekanya dan berkata “jangan sedih, ada Kamu“, Aku ingin ketika Aku berbahagia atas sesuatu hal dalam hidup Aku, ada Kamu yang kuajak berbagi dan tertawa bersama. Ya kesempurnaan yang Aku inginkan sederhana. Yaitu ada Kamu disetiap hal yang Aku lewati.

Chily’s Office, 23 June 2011