kebencian
Saat sang surya berada tepat di atasku
Kebencian itu memulai kisahnya
Menghujam binar wajahku dengan letupan – letupan membara
Menampar ketidaktahuanku dengan amarah
Membiarkan aku merasakan tajamnya kata – kata yang bisa membunuhku
Kebencian yang terdalam dari seorang pengembara cinta
Kebencian akan kerapuhan cinta yang tak selalu tampak nyata
Yang terlihat hanya senyum terperih dalam tatapannya
Angin menyesakkan dadaku dengan belaiannya
Alam ikut menghakimiku
Aku cuma bisa diam
Ragaku kaku menerima perasaan itu
Hatiku yang rapuh dengan lunglai terjatuh
Sukmaku mulai meneteskan darah ketidakberdayaan
Saat itu aku benar – benar merasa mati
Kematian akan pikiranku
Kematian akan perasaanku
Kematian akan senyumanku
Kematian akan binar di wajahku
Kematian akan hatiku
Dan
Kematian jiwaku
Bukan air mata yang ku teteskan
Bukan senyum pahit yang ku gambarkan
Bukan rasa sakit yang kudendamkan
Bukan caci maki yang kuucapkan
Hanya sekedar kata terimakasih
Dan kepingan senyum termanis dalam kepiluanku yang mampu aku berikan
Ragaku pun akhirnya pergi mengakhiri cerita yang tak pernah ku mulai
Random Posts
Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!




No comments yet