Banyak yang aku ingat tentang masa-masa SMA ku. Ya tentu saja aku mengingat dia, kawan lama yang ku kenal saat duduk di Kelas 3 IPA III, bagaimana aku bisa lupa dengannya? Sedangkan kurang lebih 300 hari aku lewati dibelakang tubuhnya. Heran? Kenapa harus heran, dia kawan lamaku, duduk tepat didepanku, kami hanya terpisah jeda oleh meja segi empat yang biasa ditemukan di sekolah pada umumnya. Lama aku tak bersua dengannya, benar-benar aku rindu saat-saat kami bersenda gurau bersama saat guru tak ada.

8 juni, itu hari ulang tahunnya, dan itu baru saja terlewatkan beberapa waktu lalu. Ia meminta sebuah hadiah dariku, bukan sesuatu yang mahal, tapi cukup sulit aku rasa dengan keadaanku saat ini. Dia hanya meminta sebuah puisi, ya mudah bukan? Harusnya itu mudah karena dulu aku terbiasa membuatnya, puisi bukan hal baru dalam hidupku, tapi aku sudah lama sekali tidak menulis, seolah aku kehilangan kemampuan dalam hal itu. Aku terlalu lama tenggelam dalam dunia baruku, dunia kerja yang mengandalkan ketelitian angka, tak butuh kata-kata manis didalamnya, hanya butuh angka-angka yang tepat sasaran. Indera “perasa”ku kaku, tergantikan dengan intuisi dan logika yang tinggi, membuatku tak lagi peka dalam penyusunan kata-kata, tapi hari ini aku mencobanya, kembali berhadapan didepan monitor kesayanganku, kali ini bukan untuk bertarung dengan angka dan logika melainkan dengan kata dan rasa agar tercipta jiwa didalamnya.

Inilah kado untuk kawan lamaku, semoga berkenan :)

Kawan, mari ikuti aku

Kita lintasi dimensi waktu

Genggam tanganku

Dan biarkan imajimu melayang bersamaku

 

Satukan sejenak kita punya hati

Walau ku tahu kita memiliki rasa yang berbeda

Tapi tak ada salahnya kembali kita berbagi mimpi

Menandakan kehadiranku dan mu tak lekang dalam masa

 

Dulu kita pernah terpaut pada dunia yang sama,

Ingatkah kamu saat aku bilang “Ajari aku kimia”

dan sesungguhnya rumus-rumus  itu sempat mengacaukanku dengan rasanya

ya, kimia tetaplah kimia bukan kuasaku merubahnya jadi cinta…

 

Kawan lama yang melihatku dibalik layar bercahaya,

Entah berapa waktu kita terpisah diantara jarak,

Ku lihat kau makin mantap menapaki dunia,

Terasa harmoni kedewasaan ditiap gerak.

 

Duniaku dan duniamu tak lagi serupa

Tapi adakah yang melarang kita berbagi bersama?

Setidaknya biarkan itu menjadi penghalau sepi

Dalam pencarianmu akan kehidupan sejati

 

Pandang raut wajahku lekat-lekat

Nikmati lengkung senyumanku yang tersemat

Lalu bayangkan suaraku dalam keheningan

Lambat laun berbias dan hilang di kejauhan…

Tetap simpan kisah kita dalam kenangan

 

“Selamat Ulang Tahun Kawan”

 


Dedicated to : M.Aripin 3IPA3, SMAN 1 Ciputat(2004-2005)

Random Posts

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!