Q titikan airmata dipangkuan penghibaan malam…
Q benamkan luka pada lembutnya dingin yang perlahan membekukanQ…
Q rasakn rohQ beranjak pergi dari ragaQ yang hampir mati…
Ia berlari membawa luka atas cintanya dan turut larut dalam hening malam” terakhirnya…
berlari segaris diantara bulan dan bintang yang ikut memudarkan bias cahayanya…
berlari meniti prosa kehidupan yang tak pernah diduga…
dimana cinta yang Q agungkan pergi tanpa menorehkan senyum sebagai jejaknya…
seakan DIA enggan memberiQu waktu untuk kembali meraihnya…
hingga esok tiba…rohQu tak kembali menemukanMU…
membuat kisahQu berakhir disini…




