Doa, Kesempatan Aku Bercengkrama Dengan Tuhan
Tengah malam kemarin, aku susah tidur, perutku sakit dan mendadak aku muntah-muntah, kakiku nyeri, untuk berjalan saja aku agak sedikit pincang. Aku memutuskan untuk menonton film, padahal beberapa tahun belakangan ini aku jarang sekali memandang layar TV ku, tapi aku bersyukur, mungkin sakit yang membuatku tidak bisa tidur itu seolah sudah disetting agar aku bisa melihat sebuah film yang sangat menginspirasi bagiku. Tenang saja aku tidak akan mendongeng ataupun menceritakan kisah yang ada difilm tersebut, namun aku ingin membagi banyak inspirasi yang aku dapat ketika melihat film itu.
Evan Almighty
Bagaimana bisa seseorang bicara dengan Tuhan dan menganggap Tuhan sebagai kawan lamanya? Berawal dari sebuah doa : “I Will Change The World, Please Help Me God”… Dan keesokan harinya Tuhan benar-benar menunjukan jalan untuk dia mengubah dunia. Bagaimana caranya? -One Single Act of Random Kindness at a Time- … Aku mengambil satu pelajaran disini, terkadang kita berkata bahwa kita ingin merubah dunia, namun kita tidak tahu bagaimana memulainya. Perbuatan baik yang dilakukan satu per satu mulai sekarang. Dan jika kita semua mencoba melakukan itu mungkin kita benar-benar bisa merubah dunia menjadi lebih baik. Ya sepertinya hal itu masuk dalam akal pikiranku, so just try it guys …
Sebenarnya masih banyak lagi hal menarik yang aku dapat simpulkan setelah melihat film tersebut. Salah satunya tentang doa. Kita selalu berdoa pada Tuhan untuk meminta banyak hal, sadarkah bahwa kita lebih banyak meminta-meminta dan meminta? Mungkin kita juga sering melantunkan doa untuk ucapan syukur kepada Tuhan, namun dibelakangnya selalu diselipi doa permintaan. Adakah doa kita yang tak pernah didengar? adakah doa kita yang tak pernah dijawab? Jika menurutmu ada doamu yang tidak terjawab, mungkin itu bukan karena Tuhan tidak menjawabnya, hanya saja pola pikir kita tidak mampu menangkap signal jawaban doa yang Tuhan berikan.
Doa, Kesempatan Aku Bercengkrama Dengan Tuhan
Ketika aku merasa banyak hal tidak mampu aku lewati, ketika aku merasa tak ada yang bisa aku ajak bicara tentang sebuah rasa yang bercampur dan mulai menghasilkan nyeri yang luar biasa didada, Pendengar terbaik yang aku datangi adalah Tuhan, lewat doa yang terucap didalam hati, lewat doa yang mengalir diantara air mata, Tuhan mendengarku dengan baik. Walau kadang aku marah, karena doaku tak dijawab, tidak ada perubahan yang aku rasakan. Kadang aku kesal apa Tuhan tak punya waktu untuk bercengkrama denganku? Dulu aku pernah merasa seperti itu, namun sebuah kalimat dalam film ini membuat aku berfikir kembali.
Let me ask you something. If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient? If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous? If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?
Aku ingat, ketika aku meminta kepada Tuhan untuk memberikanku kesabaran tanpa batas, yang aku dapat malah cobaan yang datang secara terus menerus. Kini aku mengerti, terkadang Tuhan tidak memberikan yang kita inginkan secara instan. Aku meminta kesabaran pada Tuhan, Dia tidak memberikan aku kesabaran yang instan, namun dia menempaku dengan berbagai cobaan, melatih kesabaranku sedikit demi sedikit, yang hasil akhir nantinya jika aku bisa melewati semua cobaan itu aku memiliki tingkat kesabaran yang luar biasa bagiku. Dengan semua hal yang diberikan, Tuhan memberikan aku kesempatan untuk sebuah kesabaran. Tuhan memberikannya namun tergantung aku melihat hal tersebut sebagai kesempatan yang akan aku ambil atau kesempatan yang akan aku lewatkan begitu saja.
Dalam doa, aku bebas bercengkrama dengan Tuhan, namun aku harus menyamakan frekuensi pikiranku terlebih dahulu, agar aku tidak salah menterjemahkan setiap jawaban yang Tuhan berikan padaku.
Entah sebenarnya apa yang ingin aku bagi dalam tulisanku kali ini, terlalu banyak kata yang ingin aku tulis, namun semua menguap diudara begitu saja, hanya sedikit saja yang mampu aku berikan kepada kamu dan kalian, semoga dapat dicerna dengan pikiran terbuka. Aku tak mengguri siapapun, aku hanya ingin berbagi, sekaligus mengingatkan diriku sendiri, bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan setiap doa yang ditujukan kepadaNYA. Hanya saja kita perlu sedikit merubah pandangan kita agar kita dapat mengerti atas setiap jawaban yang Tuhan berikan.
Ketika kita meminta sesuatu, Tuhan tidak langsung memberikannya kepada kita, tapi DIA memberikan jalan dan kesempatan kepada kita untuk meraihnya. Tuhan senantiasa menjawab doa kita, hanya saja terkadang Tuhan menjawabnya dengan hal-hal yang tak terduga.
Terima kasih Tuhan, telah bercengkrama denganku tadi malam. I Love You
pgirl’261211
…….




