Archive for Desember, 2011

Tengah malam kemarin, aku susah tidur, perutku sakit dan mendadak aku muntah-muntah, kakiku nyeri, untuk berjalan saja aku agak sedikit pincang. Aku memutuskan untuk menonton film, padahal beberapa tahun belakangan ini aku jarang sekali memandang layar TV ku, tapi aku bersyukur, mungkin sakit yang membuatku tidak bisa tidur itu seolah sudah disetting agar aku bisa melihat sebuah film yang sangat menginspirasi bagiku. Tenang saja aku tidak akan mendongeng ataupun menceritakan kisah yang ada difilm tersebut, namun aku ingin membagi banyak inspirasi yang aku dapat ketika melihat film itu.

Evan Almighty

Bagaimana bisa seseorang bicara dengan Tuhan dan menganggap Tuhan sebagai kawan lamanya? Berawal dari sebuah doa : “I Will Change The World, Please Help Me God”… Dan keesokan harinya Tuhan benar-benar menunjukan jalan untuk dia mengubah dunia. Bagaimana caranya? -One Single Act of Random Kindness at a Time- … Aku mengambil satu pelajaran disini, terkadang kita berkata bahwa kita ingin merubah dunia, namun kita tidak tahu bagaimana memulainya.  Perbuatan baik yang dilakukan satu per satu mulai sekarang. Dan jika kita semua mencoba melakukan itu mungkin kita benar-benar bisa merubah dunia menjadi lebih baik. Ya sepertinya hal itu masuk dalam akal pikiranku, so just try it guys …

Sebenarnya masih banyak lagi hal menarik yang aku dapat simpulkan setelah melihat film tersebut. Salah satunya tentang doa. Kita selalu berdoa pada Tuhan untuk meminta banyak hal, sadarkah bahwa kita lebih banyak meminta-meminta dan meminta? Mungkin kita juga sering melantunkan doa untuk ucapan syukur kepada Tuhan, namun dibelakangnya selalu diselipi doa permintaan. Adakah doa kita yang tak pernah didengar? adakah doa kita yang tak pernah dijawab? Jika menurutmu ada doamu yang tidak terjawab, mungkin itu bukan karena Tuhan tidak menjawabnya, hanya saja pola pikir kita tidak mampu menangkap signal jawaban doa yang Tuhan berikan.

Doa, Kesempatan Aku Bercengkrama Dengan Tuhan

Ketika aku merasa banyak hal tidak mampu aku lewati, ketika aku merasa tak ada yang bisa aku ajak bicara tentang sebuah rasa yang bercampur dan mulai menghasilkan nyeri yang luar biasa didada, Pendengar terbaik yang aku datangi adalah Tuhan, lewat doa yang terucap didalam hati, lewat doa yang mengalir diantara air mata, Tuhan mendengarku dengan baik. Walau kadang aku marah, karena doaku tak dijawab, tidak ada perubahan yang aku rasakan. Kadang aku kesal apa Tuhan tak punya waktu untuk bercengkrama denganku? Dulu aku pernah merasa seperti itu, namun sebuah kalimat dalam film ini membuat aku berfikir kembali.

Let me ask you something. If someone prays for patience, you think God gives them patience? Or does he give them the opportunity to be patient? If he prayed for courage, does God give him courage, or does he give him opportunities to be courageous? If someone prayed for the family to be closer, do you think God zaps them with warm fuzzy feelings, or does he give them opportunities to love each other?

Aku ingat, ketika aku meminta kepada Tuhan untuk memberikanku kesabaran tanpa batas, yang aku dapat malah cobaan yang datang secara terus menerus. Kini aku mengerti, terkadang Tuhan tidak memberikan yang kita inginkan secara instan. Aku meminta kesabaran pada Tuhan, Dia tidak memberikan aku kesabaran yang instan, namun dia menempaku dengan berbagai cobaan, melatih kesabaranku sedikit demi sedikit, yang hasil akhir nantinya jika aku bisa melewati semua cobaan itu aku memiliki tingkat kesabaran yang luar biasa bagiku. Dengan semua hal yang diberikan, Tuhan memberikan aku kesempatan untuk sebuah kesabaran. Tuhan memberikannya namun tergantung aku melihat hal tersebut sebagai kesempatan yang akan aku ambil atau kesempatan yang akan aku lewatkan begitu saja.

Dalam doa, aku bebas bercengkrama dengan Tuhan, namun aku harus menyamakan frekuensi pikiranku terlebih dahulu, agar aku tidak salah menterjemahkan setiap jawaban yang Tuhan berikan padaku.

Entah sebenarnya apa yang ingin aku bagi dalam tulisanku kali ini, terlalu banyak kata yang ingin aku tulis, namun semua menguap diudara begitu saja, hanya sedikit saja yang mampu aku berikan kepada kamu dan kalian, semoga dapat dicerna dengan pikiran terbuka. Aku tak mengguri siapapun, aku hanya ingin berbagi, sekaligus mengingatkan diriku sendiri, bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan setiap doa yang ditujukan kepadaNYA. Hanya saja kita perlu sedikit merubah pandangan kita agar kita dapat mengerti atas setiap jawaban yang Tuhan berikan.

Ketika kita meminta sesuatu, Tuhan tidak langsung memberikannya kepada kita, tapi DIA memberikan jalan dan kesempatan kepada kita untuk meraihnya. Tuhan senantiasa menjawab doa kita, hanya saja terkadang Tuhan menjawabnya dengan hal-hal yang tak terduga.

Terima kasih Tuhan, telah bercengkrama denganku tadi malam. I Love You

                   pgirl’261211

…….

Leave your Comment

Aku bahagia ketika kakiku bebas melangkah kemanapun aku suka

Aku bahagia ketika aku bebas menghirup udara dimanapun aku mau

Aku bahagia ketika banyak yang tersenyum padaku untuk sekedar menyapa

Aku bahagia ketika tak ada aturan akan tiap gerakan yang aku lakukan

Aku bahagia saat aku bisa menjadi diriku sendiri

——————————————————————————————————————

Dulu aku pernah berkata, "Kebahagiaan itu hanyalah manipulasi pikiran kita, jika ingin bahagia maka berfikirlah bahwa kita bahagia, maka kita akan merasa bahagia saat itu juga". Teorinya memang seperti itu, namun terkadang kita butuh sebuah kejadian atau perlakuan terhadap diri kita untuk mengundang pikiran bahagia datang dalam otak kita.

Pernahkah kamu bersikap "seperti" bukan dirimu atau "bertolak belakang" dengan sikapmu yang biasanya hanya karena tujuan tertentu, entah agar tidak dijauhi dari pergaulan, atau dengan tujuan agar disukai oleh orang-orang. Apakah dengan bersikap seperti itu akan membahagiakanmu?Mungkin ketika mereka menyukai "kepalsuan" yang kamu tunjukkan, itu akan membuatmu bahagia namun sayangnya itu hanya kebahagiaan sesaat, sifat dasar manusia mungkin bisa disembunyikan, namun tidak bisa selamanya bersembunyi dibalik kepalsuan yang bukan dirimu sendiri.

Jujur saja, jika aku harus menjadi yang bukan diriku sendiri, itu adalah tekanan yang sungguh luar biasa bagiku, dan itu bukanlah kebahagiaan yang aku inginkan. Aku ingin orang-orang menyukai aku karena diriku yang ini, bukan karena diriku yang lain, yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga banyak sifat-sifat palsu didalamnya. Aku kini tidak perduli apa penilaian orang lain tentang aku.

Banyak hal yang menyadarkan aku, bahwa aku terlalu lama mementingkan kebahagiaan orang lain, mencoba menjadi seseorang yang orang lain sukai, yang aku pikir itu bisa membawa kebahagiaan bagi orang lain. Tapi tidak bagiku. Aku tidak adil kepada diriku sendiri, aku tidak pernah memikirkan diriku sendiri. Bahkan aku jarang berfikir "bagaimana caranya membahagiakan diriku". Kini aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa, ketika aku berjalan sendirian, menyusuri banyak hal yang sudah jarang aku temui, aku bahagia ketika aku bisa menjadi diriku sendiri sepuas yang aku mau.

Aku bahagia ketika diriku menginginkan secangkir kopi aku langsung membelinya tanpa memikirkan uangku akan habis karena membelinya di coffee shop. Aku bahagia bisa memberi diriku semua yang aku inginkan. Rasanya sudah terlalu lama aku berkutat dengan kebahagiaan orang lain, sementara melupakan kebahagiaan aku sendiri. Aku bahagia, karena dengan kesendirian yang Tuhan berikan padaku, aku jadi memiliki banyak waktu untuk bercengkrama dengan diriku sendiri, mencari tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh diriku sendiri.

Jangan menuntut orang lain untuk membahagiakanmu, tapi tuntutlah dirimu sendiri, karena sesungguhnya yang bisa membahagikan hidupmu adalah dirimu sendiri, orang lain hanyalah materi pendukung dalam setiap alur cerita yang kau jalani. Raihlah kebahagiaanmu kawan, percayalah pada dirimu sendiri bahwa kamu punya sejuta keajaiban untuk mewujudkan seluruh impianmu, tersenyumlah kepada dunia dan katakan "Thanks to my self, for the happiness"

Apapun yang orang lain katakan tentangmu, tentang keinginanmu, jangan pernah takut untuk menjadi dirimu sendiri, karena Tuhan memberikan banyak keajaiban yang tersimpan didalam dirimu sendiri. Cukup lakukan saja, maka kamu akan memberikan kebahagiaan yang tak ternilai harganya bagi dirimu, bahkan orang lain akan turut merasakan aura bahagiamu

                 pgirl' 251211

......

 

Leave your Comment

Page 1 of 41234