Archive for November, 2011

Berawal dari sebuah lagu yang berulang kali ku putar, lagu milik Ronan Keating yang berjudul If Tomorrow Never Comes , aku resapi tiap kata yang ada dalam lirik lagu tersebut :

Sometimes late at night
I lie awake and watch her sleeping
She’s lost in peaceful dreams
So I turn out the lights and lay there in the dark
And the thought crosses my mind
If I never wake up in the morning
Would she ever doubt the way I feel
About her in my heart

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

‘Cause I’ve lost loved ones in my life
Who never knew how much I loved them
Now I live with the regret
That my true feelings for them never were revealed
So I made a promise to myself
To say each day how much she means to me
And avoid that circumstance
Where there’s no second chance to tell her how I feel

If tomorrow never comes
Will she know how much I loved her
Did I try in every way to show her every day
That she’s my only one
And if my time on earth were through
And she must face this world without me
Is the love I gave her in the past
Gonna be enough to last
If tomorrow never comes

So tell that someone that you love
Just what you’re thinking of
If tomorrow never comes

Dan membuat aku merenung, jika hari esok tidak pernah datang padaku, jika hari ini adalah hari terakhirku di dunia, apakah aku sudah cukup berusaha memberikan cinta selama aku hidup? Apakah aku sudah melakukan berbagai cara untuk mengungkapkan rasa cinta yang ada?

Jika hari esok tidak ada lagi kesempatan untuk aku bersama orang-orang yang aku cintai, jika hari esok aku tidak pernah lagi terbangun dari tidur panjangku, apa aku siap meninggalkan mereka?

Jika hari esok tidak pernah datang padaku. Ingin sekali aku melakukan yang terbaik hari ini, berusaha membahagiakan mereka yang mencintaiku, karena aku tahu, jika hari esok tidak pernah datang untuk aku maka hari ini adalah kesempatan terakhirku…

Jangan sia-siakan waktumu, ungkapkanlah cinta yang kau punya kepada mereka yang kau cintai sebaik-baiknya, karena jika waktumu habis dan hari esok tidak pernah datang kepadamu, disana kau akan menyadari bahwa kesempatanmu telah berlalu, dan tak akan ada kesempatan lagi

pgirl' 30 nov 2011

Leave your Comment

Tuhan, engkau pernah berkata padaku :

Kuberikan Kau airmata, untuk mengurangi beban yang kau pikul dihatimu, untuk mengurangi kesedihan yang rasanya seperti sedang menusuk jantungmu

Bolehkah aku bertanya Tuhan?

Aku sering menggunakan airmata darimu untuk tempat aku berlindung dari beban yang sedang aku pikul, aku sering menggunakan airmata darimu untuk mengurangi kesedihan yang sering menimpaku. Ketika airmata itu tak lagi cukup untuk menenangkanku, apa aku harus meminta lebih dari sekedar airmata darimu?

Kau menciptakan aku sebagai seorang wanita, yang kau lembutkan hatinya untuk menyayangi, yang kau lembutkan perasaannya untuk bisa peka terhadap sesama. Kau menempa aku dengan cobaan untuk menguatkan aku, memberikan aku airmata yang bisa kugunakan untuk melepas kesedihanku. Tapi, aku harus apa jika aku terlalu rapuh?

Tuhan, Aku kuat, namun dibaliknya aku lemah, Aku angkuh namun dibaliknya aku rapuh. Ketika airmata darimu tak cukup menguatkan kerapuhanku, aku harus apa?

Aku terlahir sebagai ulat buruk rupa, senantiasa dicerca, dicaci dan dihina, aku ulat tak berdaya, lemah, hanya punya bulu yang tak berpengaruh apa-apa bagi pemangsaku. Aku harus berjuang sendirian, menjejali pohon demi pohon untuk mendapatkan daun-daun kebutuhanku. Aku hanya sedang berjuang, mempersiapkan diriku sendiri, tapi apa perlu orang lain mengingatkan aku agar aku tahu diri, bahwa aku ini hanyalah ulat bulu tanpa arti, yang cuma bisa menyusahkan dan menjadi beban bagi orang lain.

Tuhan, apa ulat buruk rupa sepertiku tak perlu dipedulikan perasaannya?

Ketika aku mulai siap dengan perbekalanku, aku akan diam beberapa waktu, mengurung diri dalam sarang kepompongku, mematangkan kedewasaanku. Namun lagi-lagi aku harus berjuang sendirian didalam kepompongku, demi mengubah diriku menjadi kupu-kupu.

Tuhan, apa kepompong yang tak berdaya sepertiku tak perlu dilindungi hatinya?

Saat tiba waktunya untuk aku menghadapi dunia, aku akan melatih kakiku untuk merobek kepompongku, aku masih harus berjuang untuk keluar dari sana, berjuang untuk mengembangkan sayapku, menjelma jadi kupu-kupu yang indah, dikagumi banyak pasang mata.

Tuhan, apa mereka hanya perduli saat aku sudah menjadi kupu-kupu? dimana keindahan tubuhku bisa menghilangkan dahaga mereka akan keindahan dunia? kenapa mereka tidak menerima buruk rupaku saat aku masih si ulat bulu, kenapa mereka tidak mau melindungiku saat aku masih rapuh dalam kepompongku?

Ketika airmata tak cukup lagi menenangkanku, hanya Engkau yang ingin ku temui dengan sejuta pertanyaanku. Karena bagiku, Kau lah sahabat sejatiku, tempat aku meminta.

Ketika airmata tak cukup lagi menenangkanku, kesendirianku membuat pertemuan Aku dengan Mu menjadi lebih bermakna, Tuhanku. Dalam doa ada seribu kerinduan yang ingin kusampaikan kepadaMu…

pgirl’ 29 nov 2011

Leave your Comment

Page 1 of 512345