Aku melepas luruh diantara air yang kadang tenang kadang bergejolak

Berjalan menyusuri dermaga yang tersimpul kayu-kayu tua

Seraya melayangkan pikiran pada sebersit keindahan dibelakangku

Seakan berat langkahku ini ingin berinterupsi kepada otak yang memerintah kaki

Menyuruhku berhenti dan berbalik tubuh kembali


Aku, dibelai angin malam dengan lembut menyejukkanku layaknya sang kekasih sedang mencumbu rambutku yang tergerai mesra,begitu tenang

Tangan halusnya memegangiku seolah tak rela aku terjatuh, menuntunku berjalan pelan bak anak kecil yang melangkah sempoyongan sehabis menari diatas pasir

Mampukah aku meneruskan langkahku sendiri ?

sedang kini aku masih bergantung pada alunan nada jiwa sang kekasih sejati yang mengiringi aku menari

Hingga aku pulang kembali, kepangkuan mimpi…

 

 

 

 

 

 

 

 

Chily’s office -04 juli 2011-