Aku dan Secangkir Kopi
Terlalu banyak hal yang melintas dipikiranku malam ini. Aku sampai tidak tahu bagaimana dan dengan siapa aku harus membaginya. Aku tidak siap dikomentari, aku sedang enggan di nasehati. Sungguh aku hanya sedang ingin didengarkan dan dimengerti.
Maafkan aku Tuhan, aku bukan ingin mengeluh, aku hanya sedang bingung dan hilang arah, sungguh bukannya aku lelah, aku hanya lupa harus kemana untuk bicara denganMU.
Aku ingin sekali bicara tentang semua rasa, tapi aku takut berakhir dengan sia-sia. Aku tak bisa menemukannya, dimana tempat yang tepat bagi semua cerita yang ingin aku lepas sebelum pagi.
Aku duduk disudut sisi, bersembunyi dalam keramaian hanya berteman secangkir kopi. Aku bisa melihat samar bayanganku dibalik jendela tepat disebelahku. Jendela yang membuatku menikmati keindahan kerlip lampu jalanan, sekaligus pantulan diriku di sebuah meja bersama secangkir kopi dalam kesendirian.
Aku bercerita padanya, pada secangkir kopi dihadapanku, disetiap tegukan aku sampaikan tanpa bicara. Setiap luka, setiap kecewa, setiap bahagia yang mengusut dalam pikiranku.
Aku dan secangkir kopi, berteman dalam sepi, bersembunyi dibalik ramainya dunia. Hanya aku sendiri dan secangkir kopi. Dalam diam aku habiskan ceritaku ditegukan terakhir. Dan aku selalu senang berbagi denganya, dengan kopi didalm cangkirku, karena aku selalu didengarkan tanpa ada interupsi sampai aku selesai membagi keseluruhan cerita tentang aku sebelum pagi.
Created by : pgriL
Mc Cafe’ 08 Mei 2012



